5 Fakta mencengangkan John Juanda raja poker orisinil Medan

5 Fakta mencengangkan John Juanda raja poker orisinil Medan

Lahir dan besar di Medan, Sumatera Utara, juara lima kali World Series of Poker (WSOP) tidak pernah berdaya upaya akan mewujudkan poker sebagai jalan hidupnya. Sulung dari empat bersaudara ini mulai serius menjadi pemain poker profesional setelah dia menamatkan S2 di Amerika.

Juanda kecil menjalani hidup tanpa memperoleh perhatian penuh dari orang tua. Ia bersama tiga adiknya dititipkan pada kakek neneknya di Medan saat bapak dan ibunya mencari nafkah di kota lain.

Meskipun mulai serius menjadi pemain poker online setelah menamatkan S2, Juanda mulai berjudi saat duduk di tempat duduk sekolah dasar. Pria kelahiran 8 Juli 1971 ini awal mulanya bermain kelereng untuk menerima uang.

Selain fakta di atas, ada sebagian fakta lain seputar dirinya. Berikut ikhtisar cerita mengejutkan John Juanda si raja poker seperti dirangkum merdeka.com, Sabtu (20/9) pagi:

1. Lahir dari orang tua yang seorang penjudi
Kartu remi dan permainan poker telah membekas di ingatan John Juanda semenjak kecil. Sulung dari empat bersaudara ini tak jarang melihat ayahnya bermain berjudi.

Seperti dikutip goldsea.com, Jumat (19/9), hal yang paling diingatnya adalah adat istiadatnya yang selalu menenggak minuman menandung alkohol saat sedang berjudi. Akibat kultur minum alkohol saat berjudi, sang ayah tak jarang menelan kekalahan.

Kenangan buruk hal yang demikian membuat Juanda untuk tidak pernah meminum minuman menandung alkohol saat berlomba casino online. Meskipun tidak minum, pria yang mempunyai sebutan JJ ini konsisten mengorder minuman. Minuman hal yang demikian kemudian diberikan terhadap lawannya.

Terhadap Juanda, sang ayah selalu mengingatkannya untuk tidak berjudi. Namun peringatan hal yang demikian tidak diindahkannya. Malahan kini Juanda malahan menjadi pemain poker yang disegani.

2. Pertama kali berjudi saat duduk di tempat duduk SD
Ketika kecil, John Juanda kurang menerima perhatian kedua orang tuanya. Oleh orang tuanya yang merantau, Juanda dan tiga adiknya dititipkan pada kakek neneknya di Medan.

Dunia judi pertama kali dinikmati Juanda kecil saat dirinya duduk di tempat duduk SD. Ketika mengenakan seragam merah putih, dia mencari uang dengan bermain agen bola.

Juanda kemudian menjadi orang Indonesia pertama yang memenangkan turnamen World Series of Poker (WSOP) selama lima kali. Dari lima kali memenangkan turnamen WSOP, Juanda sukses mengumpulkan uang hadiah sebesar USD 50 ribu.

3. Mulai mengetahui Poker saat berangkat ke Amerika
Juanda mulai mengetahui permainan poker saat dia mencapai perjalanan ke Amerika untuk melanjutkan pendidikan S1 pada 1990. Di atas pesawat, sahabat sebangkunya mengenalkan permainan yang menggunakan kartu remi hal yang demikian.

Setelah tiba di Amerika, tepatnya di Kota Oklahoma, Juanda tidak fasih menggunakan bahasa Inggris namun dirinya tahu bagaimana caranya bermain poker.

Setelah menamatkan pendidikan S1 di Oklahoma State, pria asal Medan, Sumatera Utara ini kemudian melanjutkan S2 di Seattle University. Setelah menerima gelar MBA pada 1996, Juanda memilih poker sebagai mata pencahariannya.

4. Bisa USD 15 ribu di turnamen poker profesional pertamanya
John Juanda tercatat mulai meniru turnamen poker profesional semenjak 1999. Pada saat itu, dia mencatatkan namanya di urutan ke sembilan turnamen World Series of Poker (WSOP) di Amerika.

Di turnamen yang telah dimenangkannya sebanyak lima kali hal yang demikian, Juanda memiliki hak atas juara sebesar USD 15 ribu. Empat bulan kemudian, di turnamen yang sama, pria yang menggunakan nama alias JJ di meja poker, finish di urutan ke tujuh dan memiliki hak atas hadiah USD 399.600.

Selama musim panas 2000, Juanda mewujudkan dirinya sebagai rising star dalam turnamen poker profesional saat dia sukses finish sebanyak enam kali. Pada turnamen US Poker Championship di Kota Atlantic, dia sukses finish di urutan kedua dan memiliki hak atas uang tunai sebesar USD 159 ribu.

5. Pensiun main poker, John Juanda sediakan perawatan medis gratis
John Juanda mengakui seandainya seluruh kemenangannya di turnamen poker seluruh dunia tidak lepas dari campur tangan Tuhan. Untuk itu, sebagai wujud terima beri, Juanda berencana menyediakan perawatan medis gratis saat dirinya pensiun bermain poker.

Sulung dari empat bersaudara ini mengatakan, apa yang diberikan Tuhan kepadanya tidak terlepas dari profesi sebagai penjual Al Kitab yang pernah dilakukannya. Ketika mencapai pendidikan S2 di Seattle University, Juanda memasarkan Al Kitab dari pintu ke pintu untuk mengisi waktu luangnya.

Baca juga artikel menarik lainnya dibawah ini :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*